LPBI PWNU Jatim Gelar Diseminasi Program Akselerasi Destana di Sampang
Ach. Mukrim - Tuesday, 13 August 2024 | 11:59 PM


salsabilafm.com – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Jawa Timur (Jatim) mengelar diseminasi program akselerasi Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Integrasi dalam Mekanisme Perencanaan Desa di Sampang, Selasa (13/8/2024).
Acara itu dihadiri LPBI NU Jawa Timur, PCNU Sampang, Seketaris Kabupaten Sampang, BPBD Jatim, BPBD Sampang dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sampang. Turut hadir sembilan kepala desa yang tergabung dalam Destana dan camat se- Kabupaten Sampang.
Ketua LPBI NU Jatim, Syaiful Amin mengatakan, terdapat total 25 desa di 3 Kabupaten. Yakni, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Sampang yang menjadi sasaran program Destana.
“Ini adalah bagian dari siap siaga mendukung upaya membangun ketangguhan masyarakat di wilayah bencana yang berisiko tinggi, termasuk salah satunya Jawa Timur. Utamanya Sampang,” ungkapnya.
Menurutnya, program bertajuk Akselerasi Destana dan Integrasi dalam Mekanisme Perencanaan Desa ini diamanatkan kepada LPBI NU Jatim sebagai pengelola program.
“Kita hanya ikut memfasilitisi bagaimana temen temen ikut bangga dan bergarak bersama dalam percepatan pembetukan Destana,” ungkapanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang, Candra Romadhani Amin mengatakan, program tersebut merupakan hasil kerjasama antara BPBD Jatim, Siap Siaga dan LPBI NU Jatim.
“Dari tiga ini ada kesepakatan bersama untuk akselerasi percepatan adanya Destana. Dari Siap Siaga membantu anggaranya dan LPBI NU sebagai fasilitatornya,” kata Candra.
Dijelaskan, kawasan wilayah Jawa Timur sebagai kawasan ring of fire, baru terbentuk sekitar 1540 Destana dan masih menyisakan Pekerjaan Rumah (PR) sejumlah 2742 desa yang harus dibentuk Destana.
“Dari tiga kabupaten yang tersasar pada 2023 lalu hanya sampang yang mendapatkan jatah sembilan. Yaitu, Kelurahan Polagan, Kelurahan Banyuanyar, Desa Banyumas, Desa Gunung Maddah, Desa Pasean, Desa Panggung, Desa Tlambah, Desa Karang Penang Onjur,” ungkapnya.
Sekataris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan menyambut baik adanya program tersebut. Ia juga mengapresiasi pertemuan tersebut karena melibatkan berbagai pihak.
“Pertemuan hari ini sangat bagus yaitu dalam rangka memetakan dan mitigasi sembilan desa yang menjadi Destana dengan harapan bisa menjadi desa yang tangguh dari bencana,” katanya.
Dia mengungkapkan, bencana itu ada tiga. Pertama pra, kedua saat bencana dan ketiga pasca. Ketiganya harus dipetakan.
“Misalnya di karang penang ada bencana kekeringan maka harus ada pemetaan. Ketika sudah, baru kita mikir upaya apa yang harus diselesaikan,” terangnya. (Mukrim)
Next News

Bonus Atlet Sampang Tertunda, Disporabudpar Sebut Anggaran Hibah Tak Mencukupi
3 months ago

Bonus Tak Kunjung Terwujud, Atlet Sampang Kecewa
3 months ago

Muhlis, Atlet Catur Tunarungu Asal Sampang Raih 3 Medali di SEA Deaf Games 2025
4 months ago

Wakili Indonesia, Atlet Catur Disabilitas Asal Sampang Siap Beraksi di SEA Deaf Games 2025
4 months ago

Mahasiswa di Pamekasan Sosialisasikan Anti Perundungan ke Sekolah
4 months ago

Target Tingkatkan IPM, DPRD Sampang Usulkan Santri Dapat Ijazah Kesetaraan
4 months ago

Gelar Kongres Tahunan, PSSI Sampang Fokus Wujudkan Pelatih Berlisensi
4 months ago

Kokohkan Sinergitas dengan Pemerintah, PKL GOR Indoor Sampang Lakukan Rapat Evaluasi.
5 months ago

Tajin Sappar, Bubur Tradisional Simbol Solidaritas dan Ungkapan Syukur Masyarakat Madura
5 months ago

Sekolah Rakyat di Sampang Terancam Tertunda, Pendaftaran Baru Dibuka 2026
5 months ago
